Klarifikasi Pihak George Bush Dituding Lakukan Pelecehan Seksual Serta Minta Maaf

Klarifikasi Pihak George Bush Dituding Lakukan Pelecehan Seksual Serta Minta Maaf


Nama mantan presiden Amerika Serikat, George H.W. Bush baru-baru ini mendadak jadi sorotan. Seorang aktris bernama Heather Lind (34), melalui akun jejaring sosialnya mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh George Bush. 

Peristiwa itu terjadi 4 tahun silam saat Heather dan George Bush bertemu di sebuah acara pemutaran film. Menurut Heather, saat itu George Bush menyentuh bagian belakang tubuhnya meski sedang berada di kursi roda, pun bersama dengan sang istri, Barbara Bush. 

"Ketika aku berkesempatan bertemu dengan George H.W. Bush empat tahun lalu untuk mempromosikan acara televisiku, dia menyerangku secara seksual ketika aku berpose untuk foto bersama," kata Heather. "Saat itu dia tidak menjabat tanganku, tapi menyentuhku dari belakang padahal dia sedang berada di kursi roda dengan istrinya, Barbara Bush, berdiri di sisinya. Dia juga mengucapkan lelucon jorok." 

Mendengar hal ini, pihak George Bush langsung menyampaikan permintaan maaf melalui juru bicara. Pihaknya juga memberikan klarifikasi tentang apa yang terjadi saat itu. Melalui sang juru bicara, George Bush menyatakan dirinya tak pernah bermaksud tidak baik kepada orang yang baru ditemuinya. 

"Mantan Presiden Bush sudah duduk di kursi roda selama 5 tahun, jadi kadang tangannya bersentuhan dengan pinggang orang-orang yang berfoto dengannya," demikian pernyataan yang dibaca jubir. "Dia juga kerap menceritakan lelucon yang sama untuk membuat orang merasa nyaman di dekatnya, atau menepuk-nepuk wanita tanpa maksud tidak baik. Beberapa orang tidak menganggapnya sebagai masalah, tapi yang lain sebaliknya. Kepada siapapun yang tersinggung, Presiden Bush meminta maaf dengan tulus."

Semenjak Menjadi Presiden, Kekayaan Donald Trump Anjlok Dari Daftar Orang Terkaya di AS

Semenjak Menjadi Presiden, Kekayaan Donald Trump Anjlok Dari Daftar Orang Terkaya di AS


Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mengalami penurunan peringkat dari daftar orang terkaya di Amerika. Dalam peringkat tersebut, pebisnis dunia ini disebut merosot hingga 92 peringkat. Tahun lalu, Trump berada di posisi peringkat 156. Kini ia berada di peringkat 248 dari jumlah 400 orang terkaya di Amerika.

Dilansir dari majalah Forbes, kekayaan Trump mengalami penurunan hingga USD 600 juta atau setara dengan Rp 8,1 triliun. Kekayaan bersihnya kini ditaksir berjumlah USD 3,1 triliun atau sekitar Rp 41 triliun.

Anjloknya harta Trump salah satunya disebabkan oleh biaya kampanye saat ia maju dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat. Jumlah biaya yang dihabiskan untuk kampanye ditaksir mencapai USD 66 juta atau sekitar Rp 891 miliar.

Namun, sebagian besar jatuhnya kekayaan Trump disebabkan oleh kerugian pada aset properti. Melemahnya pasar ritel dan nilai aset real estat di New York menimbulkan kerugian hingga mencapai USD 400 juta atau Rp 5,4 triliun.

Tercatat bahwa aset real estat miliknya yang berada di Las Vegas dan San Fransisco mengalami peningkatan selama setahun lalu. Akan tetapi, sejumlah aset properti lainnya mengalami penurunan. Diantaranya properti golf yang berada di Miami, Irlandia, dan Skotlandia.

Hilangnya sebagian konsumen Trump diduga akibat dampak dari politik yang digeluti oleh Trump sejak mencalonkan diri menjadi presiden. Tidak berhenti sampai disitu, penurunan kekayaannya juga diakibatkan oleh tuntutan hukum atas penipuan yang terjadi di Universitas Trump. Trump menggunakan sekitar USD 25 juta atau Rp 337,5 miliar untuk memberikan kompensasi atas kasus tersebut.

Untuk portofolio kekayaan Trump disebutkan menembus angka USD 1,6 miliar atau Rp 2,6 triliun pada keseluruhan real estat miliknya di New York. Selain di New York, real estat yang dimilikinya berjumlah USD 500 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun.

Lalu, properti golf Trump bernilai USD 570 juta atau Rp 7,6 triliun. Sedangkan keuntungan branding penyewaan nama Trump untuk jaringan hotel sebesar USD 200 juta atau Rp 2,7 triliun. Trump juga disebut memiliki tambahan uang tunai dan aset pribadi mencapai USD 290 juta atau Rp 3,9 triliun.

Data jumlah perkiraan kekayaan Trump tersebut didapat oleh Forbes berdasarkan laporan dan hasil wawancara beberapa bulan lalu. Karena, Trump sendiri diketahui tidak pernah merilis formulir pajaknya. 

Korut: Sebelum Kami Mampu Serang AS, Tidak Ada Negosiasi

Korut: Sebelum Kami Mampu Serang AS, Tidak Ada Negosiasi


Seorang pejabat Korea Utara (Korut) menyatakan, pihaknya tidak akan melakukan dialog dengan pemerintahan Donald Trump sebelum memastikan bahwa Pyongyang dapat menyerang pesisir timur Amerika Serikat (AS). 

"Sebelum kita dapat melakukan diplomasi dengan administrasi Trump, kami ingin mengirim pesan yang jelas bahwa Korut memiliki kemampuan bertahan dan menyerang untuk menghalau setiap agresi AS," kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim itu.

Pernyataan ini muncul tidak lama setelah Wakil Menteri Luar Negeri AS, John J. Sullivan menuturkan kalau AS tidak mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan perundingan langsung dengan Korut.

"Akhirnya, kami tidak mengesampingkan kemungkinan jalannya pembicaraan langsung. Fokus kami adalah diplomasi untuk mengatasi masalah ini, yang dipresentasikan oleh DPRK. Bersama sekutu kita, Jepang dan Korea Selatan, serta di tempat lain, bersiap untuk yang terburuk jika diplomasi gagal," katanya Sullivan, menggunakan nama resmi Korut.

Ketegangan melonjak antara AS dan Korut menyusul serangkaian tes senjata oleh Pyongyang. Situasi semakin memanas akibat perang kata-kata yang semakin sengit antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un.

Serukan Persatuan, Suu Kyi Akhirnya Siap Hapus Krisis Kemanusiaan Rohingya

Serukan Persatuan, Suu Kyi Akhirnya Siap Hapus Krisis Kemanusiaan Rohingya


Aung San Suu Kyi sebelumnya telah mulai berbicara tentang mulim Rohingya yang kini menjadi pengungsi di Bangladesh. Seperti diketahui, ada setidaknya 520.000 orang mengungsi di Bangladesh usai serangan terjadi di Rakhine beberapa waktu lalu. 

Kamis (12/10) melalui pidatonya, Suu Kyi menyatakan kesiapannya untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Rohingya. Ia menyerukan ajakan persatuan dan mengatakan bahwa pemerintahnya sedang membicarakan dengan Bangladesh atas "mereka yang sedang berada di Bangladesh". 

Sayangnya, Suu Kyi tidak memberikan detail penyelamatan pengungsi Rohingya. Akan tetapi sejumlah pejabat menyebut para pengungsi ini harus dapat menunjukkan KTP, sedangkan kabarnya yang memiliki KTP hanya sedikit dari mereka. 

Lebih lanjut, Suu Kyi mengaku telah membentuk komite yang akan mengkoordinasikan semua bantuan internasional dan lokal ke negara bagian Rakhine. Tindakan ini akhirnya dilakukan setelah Myanmar mendapat kecaman dari berbagai negara lantaran seolah membiarkan saja operasi "pembersihan etnis" di Rohingya terjadi.

AS Rancang Aturan Baru Soal Senjata Api Untuk Antisipasi Serangan Serupa Las Vegas

AS Rancang Aturan Baru Soal Senjata Api Untuk Antisipasi Serangan Serupa Las Vegas


Sudah lebih dari sepekan berlalu sejak peristiwa penembakan di Las Vegas yang menewaskan puluhan korban. Amerika Serikat pun tak ingin tinggal diam dan mulai mengatur langkah-langkah untuk menghindari hal serupa terjadi lagi. 

Dalam sebuah kongres belum lama ini, Senator Dianne Feinstein mengungkap soal rencana aturan baru berkaitan dengan kepemilikan senjata api. Menurutnya, AS membutuhkan hukum yang lebih jelas mengingat aturan sebelumnya untuk upaya pengendalian senjata api gagal. 

"Satu-satunya alasan untuk memodifikasi senjata api adalah untuk menewaskan sebanyak mungkin orang dalam waktu sesingkat mungkin," ujarnya. Dianne Feinstein kemudian menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah merancang undang-undang baru. 

Ia juga menambahkan, aturan baru bukan berarti pemerintah akan mengambil hal kepemilikan senjata semua orang di AS. "Ada dua halaman rancangan, aku akan mengirimkannya kepada semua orang yang menghubungi kantor kami dan lihat sendiri. Itu bukan untuk mengambil senjata semua orang," imbuh Dianne Feinstein. 

Sementara itu, penembakan di Las Vegas yang terjadi awal Oktober lalu sempat diklaim dilakukan oleh ISIS. Akan tetapi AS menilai hal ini tidak masuk akal dan masih terus menyelidiki motif di balik serangan teror tersebut.

Kim Jong-un Angkat Adiknya Jadi Anggota Politbiro

Kim Jong-un Angkat Adiknya Jadi Anggota Politbiro


Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengangkat adik perempuannya ke pusat kekuasaan. Jong-un mengangkat Kim Yo-jong sebagai anggota pengganti politbiro.

Politbiro adalah badan pembuat keputusan tertinggi di negara itu yang dipimpin oleh Kim Jong-un sendiri. Pengangkatan itu dilakukan dalam sebuah pertemuan Komite Sentral Partai Buruh, partai yang berkuasa di negara itu.

Pengangkatan ini menunjukkan perempuan berusia 28 tahun itu telah menjadi pengganti bagi bibi Kim Jong-un, Kim Kyong-hee. Kyong-hee sendiri menjadi pengambil keputusan utama ketika mantan pemimpin Kim Jong-il masih hidup.

"Ini menunjukkan bahwa portofolio dan pengaruhnya jauh lebih substantif daripada yang diyakini sebelumnya dan ini adalah konsolidasi lebih lanjut dari kekuatan keluarga Kim," kata Michael Madden, seorang ahli Korea Utara.

Pada bulan Januari, Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memasukan Kim Yo-jong bersama dengan pejabat Korea Utara lainnya daftar hitam. Mereka dituduh telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang parah.

Kim Jong-sik dan Ri Pyong-chol, dua dari tiga orang di belakang program rudal Jong-un yang dilarang, juga dipromosikan.

Menteri luar negeri Korut, Ri Yong-ho, yang menyebut Donald Trump Presiden Setan dalam sebuah pidato bombastis di Majelis Umum PBB bulan lalu, dipromosikan menjadi anggota penih pembawa suara (vote-carrying) politbiro.

"Yong-ho sekarang bisa diidentifikasi dengan aman sebagai salah satu pembuat kebijakan utama Korea Utara," kata Madden.

"Bahkan jika dia memiliki pertemuan informal atau tidak dapat direkam, rekan-rekan utama Ri dapat diyakinkan bahwa apa pun usulan yang mereka ajukan akan dibawa langsung ke puncak," katanya.

Korea Utara Sedang Persiapkan Diri untuk Perang

Korea Utara Sedang Persiapkan Diri untuk Perang


Kantor berita Korea Selatan (Korsel) mengklaim bawah Pyongyang tampaknya akan meningkatkan pertahanannya di garis pantai timur negara itu. Itu dilakukan setelah menteri luar negerinya mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan perang terhadap Korea Utara (Korut) melalui Twitter.

Yonhap melaporkan bahwa Korut yang tertutup itu ternyata memperkuat pertahanannya dengan memindahkan pesawat ke pantai dan melakukan tindakan lain. Gerakan itu dilakukan setelah pembom AS terbang mendekati semenanjung Korea pada akhir pekan.

Menteri Luar Negeri Korut mengatakan bahwa Trump telah mengumumkan perang terhadap negara itu. Trump juga memperingatkan bahwa ia dan pemimpin Korut, Kim Jong-un, "tidak akan kemana-mana" jika rezim tersebut terus mengancamnya.

Trump sebelumnya mengancam bahwa dia perlu "menghancurkan" Korut jika AS atau sekutu-sekutunya diserang dalam pidatonya di Majelis Umum PBB di New York.

"Sejak Amerika Serikat mengumumkan perang terhadap negara kita, kita akan memiliki hak untuk melakukan tindakan balasan, termasuk hak untuk menembak jatuh pembom strategis Amerika Serikat bahkan ketika mereka tidak berada di dalam wilayah udara negara kita," kata Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong Ho.

Korsel mendesak dilakukannya pengurangan retorika dan pelucutan senjata nuklir di pihak tetangganya di utara - yang secara teknis telah berperang sejak 1950-an.

"Korea Utara harus menyadari bahwa itu tidak lain dari provokasi nuklir dan rudalnya serta kata-kata yang mengancam yang menyebabkan ketegangan meningkat di Semenanjung Korea," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Korsel.

"Korut harus keluar untuk melakukan perundingan denuklirisasi sesegera mungkin," imbuhnya.

Perang Kata-Kata, Rusia Sebut Sikap Trump-Kim Jong Un Seperti Bocah TK

Perang Kata-Kata, Rusia Sebut Sikap Trump-Kim Jong Un Seperti Bocah TK


Kim Jong Un dan Donald Trump masih saja perang kata-kata entah itu lewat pidato langsung atau Twitter. Baru-baru ini, Kim Jong Un membalas pernyataan Trump yang ingin menghancurkan Korut dengan mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat itu gila. 

Tak berhenti sampai di situ, konflik kedua kepala negara ini terus berlanjut. Setelah pernyataan Kim Jong Un, Trump kembali menuliskan sindirian melalui akun Twitter pribadinya. "Kim Jong Un dari Korea Utara, orang gila yang tidak keberatan kelaparan atau membunuh bangsanya, akan diuji seperti yang belum pernah dialami sebelumnya," demikian tulis Trump. 

Perseteruan keduanya telah membuat dunia internasional ikut campur tangan. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, bahkan menyebut keduanya bertingkah seperti bocah di taman kanak-kanak. "Bersama Tiongkok, kami akan terus memperjuangkan pendekatan dengan akal sehat, bukan menggunakan emosi seperti ketika sesama bocah di taman kanak-kanak saling berkelahi dan tak seorang pun bisa menghentikan mereka," terangnya. 

Tak hanya pihak Rusia, perwakilan dari Tiongkok juga berharap agar Trump dan Kim Jong Un bisa menahan diri. "Semua pihak terkait sebaiknya menahan diri. Jangan memprovokasi satu sama lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang. 

Di sisi lain, uji coba rudal balistik Korea Utara memang sudah meresahkan dunia. Bersamaan dengan frekuensi uji coba rudal yang semakin sering, Trump merasa hal yang dilakukan Kim Jong Un sebagai ancaman yang membahayakan.

Dikecam Karena Senjata Nuklir, Kim Jong Un Sebut Donald Trump Pikun dan Gila

Dikecam karena Senjata Nuklir, Kim Jong Un Sebut Donald Trump Pikun dan Gila


Hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang memanas terkait uji coba nuklir yang dilakukan Kim Jong Un belum mereda. Apalagi beberapa waktu lalu dalam sebuah pidato, Donald Trump terang-terangan mengecam dan berjanji akan menyerang Korut. 

Pidato Trump sampai ke telinga Kim Jong Un. Penguasa Korut itu baru-baru ini meresponnya dengan menegaskan bahwa uji coba senjata yang tengah dikembangkannya bukan tindakan yang salah seperti digembar-gemborkan Trump. 

Kim Jong Un membalas pernyataan Trump dengan tak kalah "pedas". Pihaknya bahkan menyebut Trump pikun dan orang gila. 

"Bukannya membuat ucapan tentang kekuatan persuasif yang dapat dipandang membantu meredakan ketegangan, dia membuat omong kosong kasar yang belum pernah terjadi sebelumnya," demikian kata Kim Jung Un. "Seekor anjing yang ketakutan menyalak lebih keras." 

Lebih dari itu, Kim Jong Un juga menyatakan akan membuat para petinggi di AS membayar apa yang sudah dikatakan terkait Korut. "Saya akan membuat orang yang memegang hak prerogatif dari komando tertinggi di AS membayar mahal untuk pidatonya yang menyerukan agar benar-benar menghancurkan Korut," tuturnya lagi. 

Seperti diketahui, Korut dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan frekuensi uji coba rudal balistik. Sampai akhirnya tes rudal melintasi langir Jepang Agustus lalu, sejumlah negara di dunia mulai khawatir akan bahaya yang mungkin timbul akibat tindakan Kim Jong Un.

Akhirnya Buka Suara, Suu Kyi Bersedia 'Kembalikan' Muslim Rohingya ke Myanmar

Akhirnya Buka Suara, Suu Kyi Bersedia 'Kembalikan' Muslim Rohingya ke Myanmar


Beberapa pekan berlalu sejak penyerangan terhadap muslim di Rohingya, Myanmar, membuat gempar publik dunia. Dan akhirnya setelah lama bungkam, pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi mulai buka suara. 

Suu Kyi angkat bicara terkait penyerangan dan ribuan pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh setelah kampung mereka dibumihanguskan. Suu Kyi menegaskan jika pihaknya masih mencari tahu penyebab adanya penyerangan dan tidak ingin gegabah mengambil keputusan. 

"Saya menyadari fakta bahwa perhatian dunia tertuju pada situasi di Rakhine," kata Suu Kyi dalam pidatonya seperti dilansir dari The Guardian. "Kami juga khawatir. Kami ingin mencari tahu apa masalah sebenarnya. Ada banyak tuduhan dan tuduhan balasan. Kami harus mendengarkan mereka semua. Kami harus memastikan tuduhan tersebut didasarkan pada bukti kuat sebelum bertindak." 

Lebih lanjut, Suu Kyi juga berkomentar soal para pengungsi. Pihaknya bersedia untuk melakukan verifikasi demi mengembalikan warga Rohingya ke Myanmar. 

"Kami khawatir mendengar jumlah muslim yang melarikan diri melintasi perbatasan Bangladesh. Kami ingin tahu mengapa hal ini terjadi," imbuh Suu Kyi. "Kami siap untuk memulai proses verifikasi setiap saat."

Korut Disebut Tengah Persiapkan Peluncuran Rudal

Korut Disebut Tengah Persiapkan Peluncuran Rudal


Korea Utara (Korut) diduga tengah mempersiapkan peluncuran rudal dalam beberapa hari mendatang. Dugaan itu muncul setelah rezim Pyongyang diketahui memindahkan peluncur mobile.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS), yang berbicara dalam kondisi anonimitas, mengatakan badan intelijen telah mengamati Korut memindahkan peluncur tersebut dalam 48 jam terakhir. Hal ini bisa berpotensi meningkatkan indikasi uji coba rudal lain.

Pejabat tersebut tidak mengomentari lokasi atau jenis rudal yang akan diluncurkan, namun menekankan bahwa meski peluncurannya memungkinkan, Pyongyang hanya bisa memindahkan peluncurnya.

Laporan ini mengikuti laporan minggu lalu bahwa rezim Kim Jong-un memindahkan sebuah proyektil yang tampaknya merupakan rudal balistik antar benua ke arah pantai baratnya.

Harian Korea Selatan, Asia Business Daily, mengatakan roket tersebut mulai bergerak sehari setelah uji coba nuklir keenam yang dilakukan oleh Korut. Peluncur tersebut terlihat bergerak pada malam hari untuk menghindari pengawasan.

Korut melakukan uji coba nuklir keenam pada tanggal 3 September lalu, mendorong Dewan Keamanan PBB untuk meningkatkan sanksi dengan melarang ekspor tekstil rezim tertutup dan pembatasan pasokan bahan bakar.

Nobel Perdamaian Suu Kyi Tak Bisa Dicabut Meski Banyak Tuntutan Akibat Rohingya

Nobel Perdamaian Suu Kyi Tak Bisa Dicabut Meski Banyak Tuntutan Akibat Rohingya


Nasib muslim dari Rohingya semakin terkatung-katung sejak serangan bertubi-tubi pada akhir Agustus lalu. Beberapa waktu lalu sempat dilaporkan bahwa ada ribuan muslim Rohingya yang masih berada di perbatasan Bangladesh, juga belasan orang tewas dalam perjalanan melarikan diri dari serangan di pemukiman mereka. 

Sebagian besar penduduk dunia pun ikut bicara dan serangkaian tuntutan kepada Aung San Suu Kyi disampaikan oleh berbagai pihak melalui jejaring sosial. Sejumlah aktivis menuntut Suu Kyi mengembalikan Nobel Perdamaian yang diterimanya lantaran masalah kemanusiaan di Myanmar tak juga terselesaikan. 

Salah satunya adalah Malala Yousafzai, seorang aktivitas yang juga menerima Nobel akhir Desember 2016 lalu. "Dalam beberapa tahun terakhir, saya berulang kali mengecam perlakuan tragis dan memalukan. Saya masih menunggu rekan penerima Hadiah Nobel Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama. Dunia meunggu dan Muslim Rohingya juga menunggu," demikian tulis Malala.

Tak cukup sampai di situ, sebuah petisi terkait tuntutan agar Suu Kyi mengembalikan Nobel yang ia terima sampai berita ini diturunkan juga sudah ditandatangani lebih dari 500 ribu orang. Sayang, pihak Komite Nobel menyebutkan bahwa penghargaan yang sudah mereka berikat kepada pihak bersangkutan tak dapat ditarik kembali. 

Hal ini disampaikan oleh Jonna Petterson dari Kantor Komite Nobel. Jonna menegaskan segala sesuatu terkait pencabutan dan lain-lain tidak ada pada anggaran dasar mereka. "Berdasarkan anggaran dasar kami, Hadiah Nobel tidak dapat dicabut," terangnya.

Proyek Film Terbaru Angelina Jolie Siap Kembali Berakting

Proyek Film Terbaru Angelina Jolie Siap Kembali Berakting


Angelina Jolie akan kembali berakting di layar lebar setelah sempat vakum karena sibuk mengurusi keluarganya usai berpisah dengan Brad pitt. Aktris berusia 42 tahun itu mengaku sedang mempersiapkan salah satu film barunya. 

"Sekarang ini, aku tidak punya sesuatu (film) tertarik aku sutradarai seperti "First They Killed My Father", jadi aku akan melakukan akting," kata Angie. "Aku telah vakum setahun kerena situasi keluargaku, menjaga anak-anakku." 

Angie memilih menghabiskan banyak waktu bersama keluarganya sejak mengajukan gugatan cerai pada Pitt pada September 2016. Kini, aktris peraih Oscar ini sedang mencari proyek jangka panjang, termasuk membintangi sekuel "Maleficent". "'Maleficent', kami sedang mengerjakankan. Dan aku mencari kesenangan dengan itu," kata Angie. 

Selain itu, Angelina Jolie juga tengah mempertimbangkan untuk membintangi biopik Cleopatra. Film tersebut akan diproduksi berdasarkan novel laris karangan Stacy Schiff pada 2010. "'Cleopatra', ada skenarionya. Ada banyak hal (proyek) berbeda yang bermunculan. Tetapi aku belum berkomitmen," tambah Angie. 

Sementara itu, saat ini. Angelina Jolie tengah sibuk mempromosikan film baru garapannya, "First They Killed My Father". Film yang berlatar cerita tentang negara Kamboja tersebut rencananya akan dirilis di bioskop secara terbatas di beberapa bioskop tertentu dan Netflix 15 September mendatang.

AS Bakal Lebih Teratur Patroli di Laut China Selatan

AS Bakal Lebih Teratur Patroli di Laut China Selatan


Pentagon berencana untuk melakukan patroli reguler di Laut Cina Selatan (LCS), sebanyak dua sampai tiga bulan. Hal itu dilakukan untuk menegaskan kebebasan navigasi di perairan yang disengketakan yang diklaim oleh China.

Wall Street Journal melaporkan bahwa tujuan patroli itu adalah untuk menciptakan sikap yang lebih konsisten untuk melawan klaim maritim China, dan bukan pendekatan ad hoc yang lebih disukai selama pemerintahan Barack Obama.

Pejabat AS menolak mengatakan di mana atau kapan patroli baru akan dibuat. Namun dikatakan bahwa rencana yang dikembangkan oleh Komando Pasifik AS menyerukan dua atau tiga operasi kebebasan navigasi dalam sebulan selama beberapa bulan ke depan.

"Patroli masa depan juga bisa termasuk pesawat militer AS dan juga kapal perang Angkatan Laut AS," tulis Wall Street Journal.

Ada tiga operasi "kebebasan navigasi" sejak Presiden Donald Trump mulai menjabat pada bulan Januari lalua. Terakhir operasi itu dilakukan oleh USS John S. McCain, sebuah kapal perusak yang bertabrakan dengan kapal kargo beberapa hari kemudian di Singapura, menewaskan 10 pelaut.

Selama pemerintahan Obama, Angkatan Laut AS melakukan empat operasi semacam itu di LCS, di mana China telah menegaskan klaimnya dengan membangun pulau-pulau buatan dan membangun landasan pacu, pelabuhan dan fasilitas lainnya di perairan tersebut.

China mengklaim hampir seluruh area yang memberikan pemasukan melalui pengiriman kapal perdagangan sebesara USD5 triliun per tahun. Selain itu, wilayah tersebut diyakini berada di atas deposit minyak dan gas yang besar.

Klaim tersebut tumpang tindih dengan Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei - semua anggota ASEAN - dan juga Taiwan.

Washington dan Beijing telah melihat hubungan mereka semakin bertambah baik sejak pertemuan yang menjanjikan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada bulan April lalu.

Ribuan Pengungsi Rohingya Masih Terjebak di Perbatasan Bangladesh

Ribuan Pengungsi Rohingya Masih Terjebak di Perbatasan Bangladesh


Konflik Myanmar dengan Rohingya kembali memanas akhir-akhir ini. Sejak akhir pekan kemarin, ribuan warga Rohingya tercatat oleh Badan Pengungsi PBB melintasi perbatasan Bangladesh dalam waktu 3 hari. 

Dan pada Kamis (31/8) waktu setempat, penjaga pantai di Bangladesh menemukan setidaknya 16 mayat diketahui merupakan pengungsi Rohingya yang sebagian besar adalah anak-anak. Korban tewas tenggelam lantaran kapal yang mereka naiki terbalik saat dalam perjalanan melarikan diri dari ledakan keras di Myanmar. 

Sampai saat ini, kurang lebih ada 400 ribu warga sudah tinggal di kawasan pengungsian Bangladesh. Pemerintah setempat mau tidak mau harus membatasi bertambahnya jumlah tersebut dengan mencegah warga Rohingya melintasi perbatasan. 

Oleh karenanya, para pengungsi dilaporkan berkumpul di wilayah perbatasan dan bersembunyi di sana. Ada lebih dari 6 ribu orang masih terjebak di perbatasan Bangladesh dan mereka mengatakan desanya dibakar oleh polisi, tentara dan massa Budhis.

3 Bulan Menjabat, Presiden Perancis Dikecam Usai Habiskan Dana Negara Demi Make Up

3 Bulan Menjabat, Presiden Perancis Dikecam Usai Habiskan Dana Negara Demi Make Up


Presiden Perancis, Emmanuel Macron baru-baru ini jadi sorotan. Macron yang baru menjabat tiga bulan diketahui telah menghabiskan dana sekitar 26 ribu Euro atau setara Rp 414 juta hanya untuk make up.

Beredarnya kabar ini sontak mengejutkan publik Perancis dan ramai dibicarakan berbagai media asing. Pasalnya biaya yang digunakan Macron hanya untuk merias wajahnya itu disebut berasal dari pajak warga.

Lebih dari itu, berita ini juga sampai ke telinga lawan politik Macron, Florian Philipot. Pihaknya mengecam tindakan yang menghabiskan ratusan juta untuk berdandan sementara rakyat Perancis masih kesulitan. "Ketika rakyat Perancis masih kesulitan, presidennya menghabiskan 23 kali upah gaji minimum untuk wajahnya," demikian kata Florian Philipot.

Tak cukup sampai di situ, presiden berusia 29 tahun tersebut juga langsung dibandingkan dengan pendahulunya, Francois Hollande. Hollande pada tahun 2016 tercatat telah menghabiskan 9 ribu Euro (Rp 143 juta) setiap bulan hanya untuk biaya mencukur rambut saat masih menjabat.

Korut Ingatkan AS Tidak Boleh Lupa Musuhnya Bersenjata Nuklir

Korut Ingatkan AS Tak Boleh Lupa Musuhnya Bersenjata Nuklir


Rezim Korea Utara (Korut) meledek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mereka sebut hobi mengumbar ego aneh di Twitter. Pyongyang juga mengingatkan Washington untuk tak lupa bahwa musuhnya bersenjata nuklir dan rudal balistik.

Ledekan melalui editorial kantor berita negara Korut, KCNA, ini muncul beberapa jam setelah Trump mengklaim pemimpin Pyongyang Kim Jong-un sudah mulai menghormati Washington.

“Trump secara teratur mem-posting artikel aneh dari pemikiran yang didorong egonya di Twitter dan semburan sampah untuk membuat asistennya mengalami masa sulit,” tulis KCNA.

Latihan perang gabungan AS dan Korea Selatan kembali disinggung Korut. ”Latihan ini terlalu radikal dan berbahaya untuk membungkus tindakan genting yang dianggap sebagai latihan 'tahunan' dan 'defensif’,” lanjut editorial KCNA.

”AS tak boleh lupa bahwa musuhnya dipersenjatai dengan senjata nuklir dan rudal balistik,” imbuh editorial itu. ”AS harus terbangun dari cara lama mereka berpikir bahwa tanah mereka aman dan kematian ada di pihak lain.”

Terkait latihan perang gabungan AS dan Korea Selatan, Korut memperingatkan bahwa militer Pyongyang tidak akan hanya duduk. ”Dan melihat perilaku orang-orang bodoh yang darahnya dibakar dengan dendam,” sambung editorial media rezim Kim Jong-un.

Publikasi kantor berita itu menyebut Korea Selatan sebagai boneka dan binatang peliharaan AS. “Yang menyematkan harapan pada orang gila,” tulis KCNA menyindir Trump.

Sebelumnya, Presiden Trump di depan para pendukungnya di Arizona mengklaim bahwa  Kim Jong-un sudah mulai menghormati AS.

”Dan Anda melihat apa yang terjadi di Korea Utara,” kata Trump. ”Tiba-tiba, saya tidak tahu, siapa yang tahu, tapi saya bisa memberi tahu Anda, apa yang saya katakan, itu tidak cukup kuat, beberapa orang bilang itu terlalu kuat, itu tidak cukup kuat,” ujarnya mengacu pada ancaman respons “api dan amarah” AS jika Kim Jong-un menyerang AS dan sekutunya.

”Saya menghormati kenyataan bahwa dia mulai menghormati kami. Dan mungkin, mungkin tidak, tapi mungkin, sesuatu yang positif bisa terjadi,” kata Trump.

Popular Posts